Aditya Amanda (44315010060), mahasiswa marketing communication and advertising di universitas mercu buana.
e-mail : adityaamanda36@yahoo.com
Aditya's
A simple blog
Minggu, 19 Juni 2016
Budaya Populer "BATIK"
Budaya populer adalah ”budaya massa”, budaya yang diproduksi massa untuk
konsumsi massa. Budaya massa adalah produk kebudayaan yang terus menerus
direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang
tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan
sebesar-besarnya.
Tema : Produksi dalam Media Massa
menghasilkan budaya populer
Judul : Fashion Batik Menjadi Budaya Populer
1. Sejarah Batik
2. Perkembangan Fashion Batik di Indonesia dan Dunia
3. Media Yang Digunakan
4. Brand Ambassador
5. Dampak Postif
6. Dampak Negatif
1.
Sejarah Batik
Batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menorehkan
malam (lilin khusus) pada kain, kemudian diproses dengan cara tertentu. Ada
berbagai maca teknik dalam pembuatan batik yaitu cap, sablon, printing, tulis.
Dari teknik pembuatannya batik tulislah yang dihargai paling mahal karena
proses pembuatannya yag cukup rumit dan memakan waktu cukup lama. Batik
ditetapkan oleh PBB melalui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang dihasilkan
oleh Indonesia.
Batik tidak hanya berhasal dari pulau Jawa, berbagai daerah di Indonesia
memiliki motif tertentu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Motif pada batik
memiliki arti tersendiri. Batik sudah dikenal sejak jaman Majapahit. Awal mula
batik hanya dibuat untuk keluarga kerajaan, oleh para pengikut kerajaan batik
dibawa keluar dan diperkenalkan kepada masyarakat umum. Pada masa penjajahan
keluarga kerajaan sering berpindah – pindah melindungi diri dari satu tempat ke
tempat yang lain hal itu lah yang juga membuat batik semakin dikenal kalangan
luas.
Sumber
: Batik Nusantara: Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik
2.
Perkembangan Fashion Batik di Indonesia dan Dunia
Perlahan batik mulai
meramaikan dunia Fashion baik didalam maupun diluar negri. Mulanya batik hanya
digunakan oleh kalangan lansia dan menengah ke atas karena harganya yang mahal.
Namun munculnya batik printing dan cap memudahkan semua kalangan yang ingin
mengenakan batik tanpa memikirkan harga yang selangit. Kini batik bervariasi
mulai dari baju santai, seragam, gaun dan lain – lain. Pesatnya perkembangan
batik tidak lepas dari peran para produsen dan desainer fashion batik seperti
Danar Hadi.
Majunya teknologi dan
informasi membuat masyarakat dunia terbuka akan mode fashion. Batik kini tidak
hanya terkenal diIndonesia tetapi juga terkenal dibelahan dunia lain seperti
Amerika, Malaysia, Australia, dan lain – lain. Di dalam negri sendiri batik
menjadi sebuah keharusan seseorang untuk memilikinya, entah itu berbentuk kain
ataupun pakaian.
Batik memiliki daya tarik
sendiri bagi seseorang, karena batik memiliki banyak kelebihan seperti motifnya
yang berbeda – beda. Desainer Indonesia ataupun luar negri berlomba – lomba
membuat kreasi pakaian pria dan wanita menggunakan batik.
Sumber
: koleksidress.com/perkembangan-model-dress-batik-modern-di-dunia-fashion
3.
Media Yang Digunakan
a. Televisi : Mensponsori acara – acara telivisi dengan
meminjamkan produknya
kepada pengisi acara.
-Putri
Indonesia 2015 di channel Indosiar (Batik Sultan).
b.
Majalah : Jogja Fashion Festival
2016 bertema batik dan kain
songket seperti pada halaman mode
KARTINI
edisi 2423.
c.
Koran : Koran Sindo pada konten Lifestyle menulis
artikel Batik
Gaya Modern. (edisi 08-11-2015)
Media Sosial
a.
Instagram
Adanya
akun yang menjual batik dan akun yang memberi inspirasi penggunaan batik.
(@alleira_batik, @batiktjetje)
b.
YouTube
Video
– video tentang tutorial menggunakan kain batik, cara membuat batik, cara
merawat batik, dll.
(YouTube
channel
Linda Zubairy, UNESCO, Javaconnection)
c.
Facebook
Forum jual beli batik, forum pencinta batik,dll.
(Batik
Kultur Dea, Batik GAYA, NdaruKu Batik, Batik Amarillis).
Sumber
: Majalah Kartini, sindonews.com, Instagram,
facebook.
4.
Brand Ambassador
Kegunaan Brand Ambassador adalah sebagai strategi pemasaran yang
dilakukan oleh perusahaan agar produknya mendapat perhatian dari konsumen.
Dalam Fashion Hijab ini pun tidak luput dari adanya Brand Ambassador dalam
mempropagandakan gaya berpakain.
Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Pecinta Batik Nusantara
memprakarsai pelenggaraan kegiatan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) yang pertama kali, yaitu pada tahun 2011, dengan tujuan untuk menumbuhkan
rasa cinta dan kebanggaan akan warisan budaya Indonesia khususnya di kalangan
generasi muda.
Dari para desainer Indonesia
mereka memasarkan produknya selain melalu pagelaran busana juga melalui artis
atau biasa disebut endorsement. Desainer Indonesia yang mengenalkan batik ke
dunia Internasional salah satunya adalah Irwan Tirta dengan brand Irwan Tirta
Private Collection menggelar fashion show dalam acara Indonesia Night di Madrid
pada Mei 2015.
Desainer
yang menggunakan artis sebagai brand ambassadornya:
·
Annisa
Pohan terpilih sebagai brand ambassador Alleira Batik sejak tahun 2013.
Sumber: alleirabatik.com
d.
Dampak Positif
Ø Dengan berkembangnya teknologi batik jadi mudah untuk dikenal
dunia, selain itu juga menjadikan bangsa Indonesia banyak disorot dunia
terutama dalam bidang Fashion.
e.
Dampak Negatif
Ø Karena kemajuan teknologi juga munculnya
batik printing dan cap yang menimbulkan limbah yang dapat merusak lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Wulandari, Ari, Batik Nusantara: Makna
Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik, Yogyakarta: ANDI Yogyakarta
www.alleirabatik.com
www.Instagram.com
www.Facebook.com
www.sindonews.com
Langganan:
Postingan (Atom)